Tampilkan postingan dengan label Ditata Indah. Tampilkan semua postingan

Sentuhan Sumantri, IPM Magetan Lampaui jawa Timur

DI BAWAH pemerintahan Bupati H Sumantri dan Wakil Bupati Samsi, tak bisa dipungkiri bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan mengalami peningkatan. Dari 71,19 di tahun 2008 menjadi 73,4 di tahun 2011. Hebatnya, angka ini berada di atas angka IPM Provinsi Jawa Timur. IPM dibangun atas 3 komponen utama. Yakni Indeks Pendidikan, Indeks Kesehatan dan Indeks Daya Beli. Tentunya, ketiga komponen tersebut, mengalami kenaikan sejak tahun 2008, sejak Sumantri mulai menjabat sebagai bupati Magetan.

Indeks Pendidikan
Indeks pendidikan tersusun dari angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Terlihat peningkatan dari 76,34 di tahun 2008 menjadi 78,15 di tahun 2011.








Indeks Kesehatan
Indeks kesehatan dibentuk dari umur harapan hidup, angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan status gizi. Tahun 2008-2011 Indeks Kesehatan Kabupaten Magetan meningkat dari 76,14 menjadi 77,28
 






Indeks Daya Beli
Indeks daya beli meningkat dari 62,89 di tahun 2008 menjadi 64,77 di tahun 2011. Hal ini juga dapat menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang mengalami peningkatan.








Perbandingan IPM se Bakorwil 1 Madiun

 
 


read more →

Kondisi Ekonomi Makro Kabupaten Magetan Tahun 2008-2011

SECARA umum, pemerintahan Bupati Magetan H Sumantri dan Samsi pada lima tahun terakhir, menitikberatkan pada sejumlah sektor vital. Salah satunya dari segi ekonomi. Beberapa kegiatan berbasis peningkatan sumberdaya manusia pun dilakukan. Walhasil, kondisi tersebut berbuah manis dengan bergerak ke atasnya, sejumlah pendapatan utama Magetan dari berbagai sektor. Khususnya pada pertumbuhan ekonomi, indikator-indikator capaian keberhasilan tersebut tersuguh pada angka yang cukup manis. [*]

Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan dibandingkan Jawa Timur dan nasional, termasuk baik. Bahkan tahun 2009 lebih besar dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.





Perbandingan  Pertumbuhan Ekonomi se-Bakorwil Madiun
Meskipun di tingkat regional maupun nasional termasuk baik, namun di wilayah barkowil I Madiun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan memang masih berada di bawah. Sebagaimana terlihat dalam diagram berikut




Perkembangan PDRB Tahun 2008 -2011
Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB-ADHB) Kabupaten Magetan terus mengalami peningkatan sebesar 10,53% di tahun 2009, 123,36% di tahun 2010 dan 12,20% di tahun 2011.




Perbandingan PDRB Perkapita se-Barkorwil 1 Madiun Tahun 2011
Jika dibandingkan dengan Kabupaten/ Kota se-Barkowil 1 Madiun, PDRB perkapita Kabupaten Magetan menduduki rangking 2 di bawah Kabupaten Madiun.



Laju Inflasi
Inflasi di Kabupaten Magetan tertinggi pada 2008 hingga mencapai 2 digit. Karena dampak krisis ekonomi global dan kenaikan harga BBM. Setelah itu laju inflasi relatif stabil.
read more →

Simulasi 'Mantap Praja Mageti'

AKSI SIMULASI UNTUK PENGAMANAN PILKADA, DI ALUN-ALUN MAGETAN
MAGETAN OPTIMIS - Jajaran Polres menunjukkan kesiapannya dalam mengamankan Pemilukada Magetan 2013, dalam sebuah simulasi pengamanan di Alun-alun Magetan, Senin Pagi (31/1).
Dalam simulasi itu, terlihat bagaimana kesigapan personil dalam mengamankan tahapan pemilukada seperti pengumuman pasangan calon oleh KPUD, kampanye hingga pencoblosan. Tak ketinggalan, mereka juga mempertontonkan upayanya dalam mengatasi kericuhan yang ditimbulkan oleh pendukung calon.
“Kegiatan ini untuk mensinergikan semua kekuatan kepolisian untuk mengamankan pelaksanaan pemilukada di Magetan. Dari simulasi ini, bersama TNI dan insntasi lain, kami siap mengamankan pemilukada di Magetan,” kata Kapolres Magetan, AKBP Agus Santosa.
Kepolisian Magetan menamai operasi untuk pengamanan pemilukada Magetan, Mantap Praja Mageti. Kapolres menambahkan menyiapkan hingga seribu personil dari berbagai unsur untuk operasi pengamanan ini. (end)

Dikutip dari: http://magetankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1291:simulasi-mantap-praja-mageti&catid=76:pemilukada-2013&Itemid=318
read more →

Pemkab Magetan Terus Berdayakan Petani

BUPATI SUMANTRI SELALU MENYEMPATKAN TURUN KE BAWAH MENYAPA PETANI
MAGETAN OPTIMIS - Pemkab Magetan tak henti memberdayakan para petani di ribuan kelompok tani yang ada. Salah satunya diwujudkan dengan pemberian bantuan berupa sarana produksi (saprodi) pertanian.
"Pada awal tahun 2013 ini kami telah memberikan bantuan beberapa jenis sarana produksi pertanian untuk setidaknya 400-an kelompok tani," ungkap Bupati Drs H Sumantri MM, kemarin.
Jenis alat yang telah diberikan secara bertahap dalam bulan Januari ini, antara lain 2 buah traktor roda empat, 47 set peralatan perkolaman, 78 hand tractor, 10 mini feed mill, 230 hand sprayer, 2 unit penggilingan padi, 1 unit lantai jemur, 3 mesin pengering padi, 18 power thresser dan 27 buah alat memanen padi.
Konsentrasi pemkab Magetan pada sektor pertanian, tambahnya, karena potensi sektor tersebut masih bisa dikembangkan. Sesuai data, jumlah penduduk pada 2010 jumlah penduduk total sebanyak 693.346 orang, sedangkan tenaga kerja pada sektor pertanian sebanyak 283.653 atau 63,52% warga Magetan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Berbagai upaya Pemkab Magetan dalam memberdayakan sektor pertanian telah membuahkan penghargaan pada tingkat nasional. Tahun 2012 lalu, untuk kedua kalinya Magetan memperoleh penghargaan Adikarya Pangan Nusantara. Penghargaan tersebut dikaitkan dengan keberhasilan peningkatan produksi beras diatas 5 persen setiap tahunnya.
Selain pemberian bantuan saprodi, Pemkab Magetan juga melakukan revitalisasi dan rehabilitasi terhadap jaringan irigasi pertanian. "Secara bertahap dalam kurun waktu 2008-2011, rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Program JITUT-red) dan Jaringan Irigasi Desa (JIDES-red) telah mampu mengairi lahan sawah seluas 6.666 Ha yang tersebar di 100 desa dan 18 kecamatan," imbuh bupati dari PDI Perjuangan itu.
Kegiatan rehabilitasi JITUT, lanjutnya, meliputi perbaikan saluran tersier dan kuarter serta dukungan bagi saluran kuarter seperti siphon, talang, bangunan terjun. Sedangkan rehabilitasi JIDES meliputi perbaikan bangunan penangkap air, box bagi, siphon, talang, bangunan terjun dan gorong-gorong. "Pemkab berharap agar nantinya semua saluran irigasi itu berjalan dengan baik pada 2014 mendatang serta berharap kepada para petani di wilayah masing-masing untuk menjaga dan merawat saluran tersebut," kata Sumantri, yang kembali menjadi calon bupati dari PDI Perjuangan dalam Pilbup Magetan 2013.
Atas berbagai upaya tersebut, Pemkab Magetan bertekad untuk mampu mendongkrak hasil tanaman produksi pangan dapat meningkat rata-rata 6 persen hingga 7 persen. Di antara 9 jenis komoditi pertanian di Magetan, imbuh Sumantri, pemkab berharap penuh peningkatan produksi pada komoditi padi yang memiliki luas panen 42.475 hektar.
"Selanjutnya adalah jagung dan kacang tanah. Untuk komoditi yang lain hanya ditarget sebesar 3 hingga 4 persen rata-rata setiap tahunnya," ucapnya. (aven)

Dikutip dari: http://www.pdiperjuangan-jatim.org/v03/index.php?mod=berita&id=6576 
read more →

Bupati Sumantri Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung



BUPATI SUMANTRI PEDULI, BERIKAN BANTUAN SECARA TANGGAP

MAGETAN OPTIMIS - Senin, 21 Januari 2013, sekitar pukul 14.00 hingga 15.00, lagi-lagi angin puting beliung menerjang lima desa di  empat kecamatan di Kabupaten Magetan. Kelima desa tersebut adalah Desa Kentangan Kecamatan Panekan, Desa Temboro Kecamatan Karas, Desa Tanjungsepreh Kecamatan Maospati, Desa Kleco dan Desa Setren di Kecamatan Bendo.
Ratusan rumah mengalami kerusakan baik yang disebabkan oleh hempasan angin kencang maupun akibat tertimpa pohon yang roboh. Bahkan di Desa Kleco, Kecamatan Bendo, jaringan instalasi listrik PLN terputus akibat kabel listrik tertimpa pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai angka jutaan rupiah.
Kepedulian ditunjukkan Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM dengan mendatangi lokasi-lokasi bencana (22/1). Orang terdepan di Magetan ini blusukan ke desa-desa yang terkena dampak bencana mulai dari Desa Kleco Kecamatan Bendo hingga Desa Temboro di Kecamatan Karas.
Bupati Magetan mengungkapkan rasa keprihatinan atas musibah yang acapkali terjadi akhir-akhir ini dan berharap agar meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu bencana kembali datang untuk menghindari kerugian yang lebih besar. “ Musibah yang sering terjadi akhir-akhir ini memang memprihatinkan kita semua, karena itu diharapkan masyarakat harus tetap waspada jika sewaktu-waktu bencana datang lagi untuk menghindari kerugian yang lebih besar “ papar Bupati Magetan Drs. H. Sumantri, MM.
Begitu tiba di lokasi bencana, Bupati Magetan langsung menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada masing-masing korban berupa sembako lengkap, selimut, matras dan peralatan rumah tangga serta seragam sekolah. “ Mohon bantuan ini diterima, semoga warga dapat tetap tabah, sabar dab segera bisa melakukan aktivitas seperti biasanya “ cetus Sumantri sembari menyerahkan bantuan kepada para korban. (32v)

Dikutip dari: http://humas-setda.magetankab.go.id/node/23
read more →

Bupati Sumantri Berikan Jamkesmas

MAGETAN  OPTIMIS - Pembangunan kesehatan menjadi salah satu program prioritas “ Ditata Indah “ yang merupakan akronim dari Pendidikan, Pertanian, Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Kesehatan. ” Melalui Ditata Indah, kesehatan masyarakat mendapat prioritas dari Pemerintah Kabupaten Magetan “. ungkap Bupati Magetan. Drs. H. Sumantri, MM.
Hasil pembangunan kesehatan telah dirasakan oleh masyarakat Magetan dan menjadi perhatian dari berbagai pihak. Apresiasi terhadap keberhasilan tersebut diwujudkan dengan memberikan berbagai penghargaan bidang kesehatan baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional.
Beberapa penghargaan tingkat nasinal diantaranya adalah Swasti Saba Padapa atas prestasi sebagai Kabupaten Sehat, Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada atas upaya Kabupaten Magetan dalam pembangunan kesehatan dan Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional.
Tidak ada lagi kalimat hanya si kaya yang boleh sakit karena kesehatan merupakan hak setiap orang. Kesehatan merupakan hak dasar setiap orang termasuk masyarakat miskin Kalimat tersebut relevan di Kabupaten Magetan. Saat ini telah digulirkann program bantuan sosial pelayanan kesehatan untuk warga miskin secara cuma-cuma melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) oleh Bupati Magetan, Drs. Sumantri, MM. “ Dengan menunjukkan kartu Jamkesmas, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan.secara gratis “, ungkap Bupati Magetan, Drs. Sumantri, MM saat menyerahkan kartu Jamkesmas kepada warga Desa Sumber Dukun, Kecamatan Ngariboyo.
Kartu jamkesmas yang saat ini tengah dibagikan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013. Saat ini jumlah penduduk Magetan yang dinyatakan layak menerima kartu Jamkesda sebanyak 197.164 orang.
Penentuan siapa saja yang mendapat Jamkesmas tidak dilakukan oleh Pemerintah namun oleh Tim Nasional Percapatan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K). Pemerintah hanya sebagai fasilitor dan pelaksanan pelayanan saja. Fasilitasi pemerintah melalui kajian Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta Badan lain yang ditunjuk Pemerintah.
Masyarakat dapat memperoleh kartu Jamkesda dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT dan RW yang telah dilegalisir Lurah/Kepala Desa dan Camat masing-masing ke BPS atau Dispendukcapil. SKTM tersebut. Selanjutnya pemohon diinventarisasi dengan survey ke rumah masing-masing sebagai dasar pengisian data base program penanggulangan kemiskinan. Data base ini digunakan untuk menentukan kelayakan pemohon mendapatkan kartu Jamkesmas yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan.
Tidak ada pungutan apapun dalam pengurusan kartu Jamkesmas ini. “ Peserta Jamkesmas tidak boleh dikenakan biaya apaun dan dengan alasan apapun “ tandas dr. Harry Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan
 Masyarakat yang telah memperoleh kartu Jamkesmas, berhak mendapatkan layanan kesehatan rawat jalan ataupun rawat inap  di Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu. Khusus pertolongan persalian, selain di Puskesmas dapat dilayani juga oleh Bidan Desa, Polindes maupun di klinik swasta.
Apabila peserta Jamkesmas memerlukan layanan tingkat lanjut, maka Puskesmas dapat merujuk ke Rumah Sakit. Jika memerlukan rawat inap, dapat di rawat di kelas III Rumah Sakit. 
Apabila membutuhkan, peserta Jamkesmas juga berhak mendapatkan alat bantu kesehatan seperti kacamata, alat Bantu dengar ataupun alat bantu gerak (tongkat penyangga maupun kursi roda).
Walaupun tidak memiliki kartu Jamkesmas, masyarakat lain di Kabupaten Magetan yang memenuhi kriteria juga dapat memperoleh layanan kesehatan ini. Bupati Magetan menegaskan, masyarakat miskin yang tidak memiliki kartu Jamkesda tetap mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). “ Yang belum memiliki kartu Jamkesda tidak perlu khawatir karena tetap akan dilayani  melalui Jamkesda, “ tandas Sumantri. (1k)

Dikutip dari: http://humas-setda.magetankab.go.id/node/20
read more →

Bupati Sumantri Resmikan Gedung Serbaguna Desa Madigondo

MAGETAN OPTIMIS - Ujung tombak pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di era otonomi daerah saat ini berada di tangan Pemerintahan Desa. Dinamika dan perkembangan tersebut memberikan dampak kompleks yang mengharuskan aparat birokrasi di daerah dan khususnya di desa untuk semakin peka dan tanggap terhadap tuntutan dan tantangan dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat ditengah keterbatasan. Keterbatasan tersebut harus segera diatasi salah satunya dengan peningkatan fasilitas Pemerintahan Desa seperti pembangunan Balai Desa atau gedung serba guna di desa yang representatif.

Demikian disampaikan Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM saat meresmikan Gedung Serbaguna Desa Madigondo, Kecamatan Takeran pada hari Rabu (30/1) kemarin. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita serta pembukaan pintu gedung oleh Bupati Magetan. Hadir pula pada kesempatan terasebut  Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0804 serta seluruh kepala SKPD di lingkup Pemkab Magetan.
Bupati magetan menilai pembangunan Gedung Serbaguna yang dibangunan di atas lahan seluas 1400 m2 ini sangat tepat dan luar biasa. “ Saya memberikan apresiasi, rasa hormat dan terima kasih atas terlaksanannya pembanguan Gedung Serbaguna ini. Pembangunan gedung ini sangat tepat dan luar biasa, karena dapat dijadikan simbol kebersamaan dan kegotong-royongan warga masyarakat. Dengan adanya gedung ini, dapat digunakan untuk kegiatan pemerintahan, pelatihan, pembinaan olah raga, syiar Islam dan sebagainya. Semoga gedung ini dapat memajukan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat demi kesejahteraan serta berguna pula bagi kemaslahatan umat ” tutur sumantri ketika meninjau lokasi gedung.
Keberadaan Gedung Serbaguna Desa Madigondo yang wilayahnya berbatasan dengan Madiun juga mendapat perhatian dari Bupati Magetan. Selain itu Bupati Magetan juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan gedung. “ Desa Madigondo yang berada di ujung wilayah timur juga merupakan wujud nyata dari upaya Pemerintah Kabupaten untuk mengurangi kesenjangan sarana dan prasarana di perbatasan. Tanggung jawab pemeliharaan bukan cuma pemerintah namun juga seluruh elemen baik pemerintah swasta dan seluruh masyarakat “ ujar Bupati yang gemar blusukan ke desa ini.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Magetan memberikan pesan agar setiap unsur pemerintah terutama pemerintahan desa agar selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah baik tingkat kecamatan maupun Kabupaten serta tetap menjalankan programnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. “ Saya mengharapkan agar Pemerintah Desa selalu berkoordinasi dan komunikasi dalam setiap melaksanakan program serta  tetap mematuhi ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menghindari permasalahan hukum “ pungkas Sumantri (32v)

Dikutip dari: http://humas-setda.magetankab.go.id/node/25


read more →

Ditata Indah

POLA pembangunan yang diterapkan Bupati Magetan H Sumantri bersama wakil bupati Samsi adalah mengacu pada bentuk kesejahteraan. Konsep sejahtera, menurut Sumantri mengacu pada filsafat Jawa, 6 W. Yakni wareg, waras, wasis, wutuh, widodo, waskita. Yakni mulai kecukupan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, hingga upaya menjadi seorang insan yang visioner. Dari semua itu, keberhasilan pembangunan yang dirintis Sumantri mulai tampak. Bahkan, jika dihitung angka, sudah ada penurunan warga miskin di Magetan.


Kesejahteraan Masyarakat Dengan Indikator 6 W

Wareg, Waras, Wasis, Wutuh, Widodo, Waskito

WAREG: Cukup pangan, Sandang dan Papan
Dimensi Wareg diukur dengan indikator ketersediaan bahan pangan pokok dan pendapatan. Dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok untuk penduduk Magetan sudah mencukupi, bahkan beberapa bahan pangan seperti beras, jagung, ubi kayu, daging, unggas dan telor setiap tahun mengalami surplus.

Dari sisi papan, 89,63% penduduk Magetan tahun 2011 menempati rumah milik sendiri. 6,04% rumah dinas; 1,93% kontrak; 0,16% milik saudara/orang tua; dan 2,24% lain-lain.
Sedangkan dari sisi pendapatan ditunjukkan dengan semakin meningkatnya pengeluaran perkapita sebagai proxy pendapatan. Pengeluaran perkapita riil per bulan (pengaruh inflansi dikeluarkan) penduduk Magetan meningkat dari Rp 342 ribu di tahun 2010 menjadi Rp 419 ribu di tahun 2011

WARAS: Sehat Jasmani dan Rohani
Dimensi Waras diukur dengan indikator angka kematian, angka harapan hidup dan status gizi buruk. Di Jawa Timur, angka harapan hidup di Magetan termasuk tinggi. Dimensi Waras juga ditunjukkan melalui perilaku berobat masyarakat. Data tahun 2011 menunjukkan 28,34% penduduk berobat ke praktek dokter/poliklinik; 27,65% ke praktek tenaga kesehatan; 26,91% ke Puskesmas/Pustu; sisanya lain-lain.

WASIS: Pendidikan Cukup
Dimensi wasis diukur dengan tingkat pendidikan masyarakat melalui indikator angka partisipasi murni, angka putus sekolah dan angka kelulusan di masing-masing jenjang pendidikan. APM SD/MI/Paket A mencapai 99,84% sehingga wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dipastikan sudah tercapai.

WUTUH: Keseimbangan Jasmani dan Rohani
Dimensi wutuh dapat ditunjukkan dengan indikator indeks pembangunan manusia (IPM) Magetan yang berada di atas IPM Jawa Timur. Di samping itu juga ditunjukkan dengan jumlah jamaah haji, jumlah pondok pesantren, jumlah santri, dan tempat ibadah yang menunjukkan masyarakat juga menaruh perhatian dalam bidang rohani.

WIDODO: Selamat Dunia dan Akhirat
Dimensi Widodo selain diukur dengan indikator kerohanian, juga ditunjukkan melalui jumlah perkara baik pidana maupun perdata di pengadilan. Serta jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas.

WASKITO: Memandang Jauh ke Depan (Visioner)
Masyarakat  sejahtera selalu berpikir jangka panjang. Untuk menjadi orang yang Waskito diperlukan SDM yang baik. Pendidikan merupakan peletak dasar pembentukan SDM yang visioner. Oleh karena itu, indeks pendidikan yang dibentuk dari angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah bisa dijadikan barometer SDM suatu masyarakat.

read more →

Magetan Ditata Indah

VISI dan Misi
VISI
Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil dan Bermartabat
Misi
-          Meningkatkan Kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
-          Mewujudkan pemerintahan yang baik dan peningkatan sumber daya manusia yang profesiona dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah yang desentralistik
-          Mengembangkan pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara optimal dan berkelanjutan
-          Meningkatkan kualitas Pendidikan, ketrampilan, kesehatan dan kehidupan sumber daya manusia
-          Meningkatkan kinerja ekonomi daerah melalui pengembangan sector pertanian, perdagangan, industry dan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan bertumpu pada pemberdayaan masyarakat
-          Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah
-          Mewujudkan suasana aman dan damai melalui kepastian, penegakan, dan perlindungan hukum secara keseluruhan



Infrastruktur Daerah

·         Meningkatkan ketersidiaan sarana dan prasarana transportasi yang berkwalitas dan merata untuk seluruh wilayah
·         - Meningkatkan pengelolaan dan pembangunan lalu lintas angkutan jalan
·         - Meningkatkan pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana pengairan
·         - Meningkatkan pengelolaan air bersih
·         - Meningkatkan kualitas lingkungan perumahan
·         - Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pemukiman
·         - Konservasi kawasan sumber mata air dan kawasan hutan
·         - Mengembangkan perencanaan penataan ruang yang berdampak pada pengendalian pemanfaatan sumber daya air dan lahan
·         - Pengembangan tertib administrasi pertahanan

Panjang jalan kabupaten menurut kondisi jalan



Jumlah Jembatan di Kabupaten Magetan menurut kondisi



Penanggulangan Kemiskinan

·         - Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan penduduk miskin dan penyandang masalah social
·         - Peningkatan kualitas dan perlindungan tenaga kerja
·         - Pemberdayaan masyarakat desa

Perkembangan jumlah penduduk miskin 


Dibandingkan tahun 2008, angka kemiskinan di Kabupaten Magetan tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 17,37%. Sedangkan tahun 2011 perkembangannnya tidak dapat digambarkan engan pasti. PPLS tahun 2011 hanya mendata jumlah penduduk dengan pendapatan 30% terendah sebagaimana yang di rilis oelh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dengan hasil sebagai berikut




Hasil Pembangunan Bidang KB dan Pemberdayaan Perempuan
 


Ket*) posisi s/d juli 2012


Sebanyak 78,5 dari pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Magetan di tahun 2008 telah menjadi peserta KB aktif. Angka Ini relative stabil hingga tahun 2012

Hasil Pembangunan Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi

 

Pemertintah Kabupaten Magetan memang masih belum mampu menurunkan angka pengangguran terbuka yang setiap tahun cenderung terus meningkat. Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah mendorong mereka untuk menjadi wirausaha. Untuk itu pemerintahan membekali mereka dengan memperbanyak pelatihan – pelatihan usaha kecil disertai bantuan modal dan peralatan.
 



read more →