Tampilkan postingan dengan label SMS. Tampilkan semua postingan

Pilbup Magetan : Hasil hitung cepat Sumantri-Samsi Unggul 60,4% Suara

Magetan – Hasil hitung cepat pemilihan bupati Magetan periode 2013-2018 hingga sore ini (24/4) masih dipimpin pasangan nomor urut 1  yakni  Sumantri-Samsi (SMS) dengan perolehan suara 60,4 persen .
Disusul pasangan nomor 2 Nanik Karsini-Sugiho Pramono (Naspro)  30,1 suara. dan  pasangan Djoko Prabowo-Hartoto (Djowo Toto) di urutan ketiga dengan raihan 9.5 persen suara.
Hasil yang dihitung DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan ini , memberikan kecerahan bagi pasangan nomor urut 1 . Pasalnya Quick quont yang juga dilakukan  lembaga survei Proximity , pasangan calon dari PDI Perjuangan yakni Sumantri-Samsi masih di unggulkan dengan raihan suara 59,47%suara.
Dalam quick count-nya Proximity,  SMS tetap unggul ,Disusul pasangan Naspro 29,40 % suara, dan pasangan Djowo Toto 11,14 % suara. Partisipasi pemilih sebanyak 68,79 % .
Ketua Tim Penghitungan Cepat Bambang Juwono mengatakan, real quick count hasil coblosan Pilbup Magetan itu diselesaikan tim entry pada pukul 15.00 WIB.
Real quick count yang  dilakukan DPC PDI Perjuangan di seluruh TPS dalam Pilkada Magetan 2013, menggunakan metode  SMS  yang dikirim dari lapangan ke server yang berada di kantor DPC PDI Perjuangan Magetan di Sukomoro.
“Beda dengan quick count yang menggunakan sampling, real quick count ini tidak memiliki margin error karena merupakan penghitungan sebenarnya dari seluruh TPS,” jelas Bambang Juwono, di kantor DPC Magetan, Rabu (24/4) sore.


Sumber: Detik.com
read more →

Pilkada Magetan, PDIP Klaim SMS Menang Mutlak

Magetan - Pasangan petahana Sumantri-Samsi (SMS) bakal kembali memimpin Magetan periode 2013-2018. Hasil real quick count Tim Penghitungan Cepat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menyatakan, pasangan nomor urut 1 tersebut memperoleh 60,4 persen suara.

Sementara, pasangan nomor 2 Nanik Karsini-Sugiho Pramono (Naspro) mendapat 30,1 suara. Sedang pasangan Djoko Prabowo-Hartoto (Djowo Toto) di urutan ketiga dengan raihan 9.5 persen suara.

Ketua Tim Penghitungan Cepat Bambang Juwono mengatakan, real quick count hasil coblosan Pilbup Magetan itu diselesaikan tim entry pada pukul 15.00 WIB. Real quick count dilakukan di seluruh TPS dalam Pilkada Magetan 2013, dan dikirim tim lapangan melalui SMS ke server yang berada di kantor DPC PDI Perjuangan Magetan di Sukomoro.

"Beda dengan quick count yang menggunakan sampling, real quick count ini tidak memiliki margin error karena merupakan penghitungan sebenarnya dari seluruh TPS," jelas Bambang Juwono, di kantor DPC Magetan, seperti dalam rilis yang dikirim ke beritajatim.com, Rabu (24/4) sore.

Heri Akhmadi, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yang juga hadir di kantor DPC menjelaskan, PDI Perjuangan telah melakukan beberapa lapis pengamanan suara. Sejak H-3, kata Heri, satgas dan relawan melakukan kurve penjagaan di setiap perempatan utama jalan desa dan kecamatan untuk mengantisipasi adanya pembagian uang yang akan merusak kualitas Pilkada Magetan.

PDI Perjuangan, tambah Heri, juga menempatkan dua saksi resmi di tiap TPS, dan empat saksi tertutup yang juga bertugas melakukan observasi di sekitar TPS. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pihak yang tidak ingin Pilkada Magetan berlangsung jujur dan adil.

Sementara, Cabup Sumantri menyampaikan terima kasih kepada Rakyat Magetan yang kembali mempercayai pasangan SMS memimpin Magetan lima tahun ke depan. Dia menyatakan tekadnya, kebijakan pemerintahannya nanti  tetap berpihak pada rakyat, bahkan akan ditingkatkan, sesuai semangat kerakyatan yang diusung PDI Perjuangan.

Selama proses penghitungan real quick count, selain Heri Akhmadi dan Sumantri, hadir juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sirmadji Tjondropragolo, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan yang juga wabup setempat, Samsi. [rdk/but]


read more →

Pilkada Magetan, Sumantri Nyoblos Pukul 07.30

Magetan - Calon Bupati incumbent, Sumantri, Rabu (24/4/2013) pagi tadi langsung menyalurkan suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) 1 Desa Kedungguo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.

Cabub incumbent ini mendatangi TPS dengan berjalan kaki dari rumahnya yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter, bersama dengan istri dan kedua anaknya. Dalam perjalanan mereka juga bersalaman dan meminta doa restu dari warga yang mereka temui di jalan dan di TPS.

"Setelah mencoblos perasaan saya langsung plong. Dan nanti jika terpilih saya akan memperbaiki pemerintah menjadi lebih baik dibanding sebelumnya," kata Mantri usai mencoblos.

Dalam pildaka Kabupaten Magetah ini diikuti oleh tiga pasangan calon. Mereka adalah pasangan incumbent Sumantri-Samsi (SMS) yang diusung PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Hanura dan PKS, pasangan jalur perseorangan Nanik Karsini-Sugiho Pramono (NasPro) dan pasangan Djoko Prabowo-Hartoto (Djowo-Toto) yang diusung Partai Demokrat, PAN, dan Partai Patriot.

Dalam penyaluran suara ini, hanya tiga orang calon yang bisa menyalurkan suaranya. Karena tiga lainnya masih tercatat sebagai warga luar daerah. Yang bisa mencoblos adalah Sumantri, Samsi, dan Hartoto.


read more →

Tidak Sekedar JANJI

MAGETAN OPTIMIS – Ada yang membedakan antara pasangan H Sumantri dan Samsi (SMS) dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati lainnya pada Pilkada Magetan 2013. Jika pasangan lain menjanjikan banyak hal yang baru akan dilakukan ketika menjabat, pasangan SMS hanya memastikan meneruskan perjuangan dan memoles apa yang selama ini sudah dirintis, untuk lebih sempurna.
Tentu, sebagai kepala daerah, H Sumantri sudah tidak diragukan lagi. Memiliki latar belakang birokrasi, dan Samsi sebagai pentolan partai pemenang pemilu, keduanya seolah berkolaborasi melakukan dinamisasi pemerintahan. Baik dari segi birokrasi maupun sistem komunikasi politik. Pembangunan sumber daya manusia yang lima tahun terakhir dirintis, dipastikan bakal lebih ditingkatkan kualitasnya pada sejumlah sektor lain yang lebih strategis.
Bagi H Sumantri, kultur Magetan tak bisa dipisahkan dari sektor pertanian dan sejenisnya. Mengingat, hampir 64 persen penduduk Magetan menggantungkan hidup dari bertani. Lima tahun terakhir, pihaknya merintis kesejahteraan dari sektor pertanian. Pun, dari sektor-sektor lainnya. Lima tahun ke depan, jika terpilih kembali, sejumlah sektor strategis, dipastikan bakal dipoles lebih sempurna lagi. ‘’Kami tak banyak janji. Selama ini kami sudah berbuat, tinggal disempurnakan. Semua itu demi visi besar kami: mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil, mandiri dan bermartabat,’’ ujar H Sumantri.
Konsep sejahtera, bagi Sumantri adalah masyarakat harus merasa cukup akan kebutuhan dasarnya. Seperti sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Termasuk didukung dengan daya beli yang layak. ‘’Kesejahteraan yang adil, artinya harus dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Dan mandiri, kami arahkan supaya masyarakat mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dengan kemampuan yang ada. Tentu, juga harus bermartabat, yakni sejahtera karena didapat dari hasil kerja keras yang profesional,’’ terangnya.
Jika kelak terpilih kembali untuk lima tahun ke depan, pasangan SMS ini memastikan masih memprioritaskan tujuan besar dengan konsep 6W. Yakni masyarakat Magetan harus bisa Wareg, Waras, Wasis, Wutuh, Widodo dan Waskito. Aplikasi hal tersebut, bakal disebar pada beberapa bidang. Yakni pendidikan, pertanian, pariwisata, industri, perdagangan, kesehatan, termasuk infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. Atau diakronimkan dengan DITATA INDAH plus INSANI.
‘’Satu contoh konkrit, pada bulan Juni ini, kami pastikan tarif PDAM turun. Ini bukan janji, tapi sebuah kepastian. Dan ini merupakan salah satu terobosan. Masih banyak terobosan lain untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil, mandiri dan bermartabat,’’ tegasnya. ‘’Sekali lagi, ini bukan hanya sekedar janji-janji bias, tetap sebuah kepastian yang merupakan buah dari perjuangan kami lima tahun terakhir,’’ imbuhnya.
Untuk itu, H Sumantri meminta restu kepada masyarakat Magetan, untuk kembali mempercayakan suara pada 24 April mendatang, kepada pasangan SMS, nomor urut 1. Setidaknya, H Sumantri dan Samsi merupakan sebuah jaminan pemimpin yang berpengalaman dengan kebijakan-kebijakan yang selalu berpihak kepada rakyat dari berbagai kalangan di Magetan. ‘’Kami bertekad meneruskan perjuangan yang semua tahu, kami orientasikan kepada kepentingan masyarakat. Sekali lagi, kami tak banyak janji, karena kerja nyata yang akan kami suguhkan bagi warga Magetan,’’ pungkas Sumantri. [Tim MO/Rud]
read more →

Ketika Banyak Kandidat Mengumbar Janji dan Selebaran Gelap SMS TETAP KAMPANYE KREATIF

Magetan Optimis - Sering diserang berbagai tudingan miring dan kampanye hitam yang bercitrqa negatif, tak menjadikan pasangan H Sumantri dan Samsi (SMS) hilang akal. Mereka tak pernah berpikir untuk menyerang balik dengan cara yang sama. Untuk itu, beberapa kampanye kreatif pun dilakukan pasangan nomor urut 1 ini. Menurut H Sumantri, upaya kampanye tersebut menggiring masyarakat untuk bisa menilai, siapa yang punya terobosan dan inovasi untuk memimpin Magetan ke depan. Mereka makan nasi bungkus, menyapa warga, bernyanyi dan membaur dengan masyarakat.
Tak hanya itu, kumpulan anak muda yang membawa semangat optimisme bagi warga Magetan, juga tak kalah kreatif. Mereka mencipta lagu dan membagikannya kepada masyarakat banyak. Lagu tersebut juga merekam langsung suara asli H Sumantri yang mengajak masyarakat untuk tetap optimis dengan keadaan. Lagu tersebut bisa didownload melalui situs http://www.4shared.com/mp3/hJkZpHVF/Magetan_Optimis_ft_Tomy_Rossly.html.
Tak berhenti di situ, akhir pekan lalu, sejumlah anak muda ini, membagi-bagikan tanda gambar kepada pengguna jalan, di depan Pasar Baru Magetan. Sekaligus mengingatkan masyarakat, 24 April mendatang untuk tidak golput. Tetapi menyalurkan aspirasinya di tempat pemungutan suara, dengan mencoblos pasangan nomor urut 1, H Sumantri dan Samsi. Mereka mengajak masyarakat tetap optimis, untuk menunjukkan bahwa warga Magetan memang Optimis terhadap pemimpin saat ini (SMS), sehingga harus dipilih kembali. [*]
read more →

Sumantri-Samsi Diunggulkan Menangi Pilkada Magetan 2013

MAGETAN OPTIMIS – Jika Pilkada Magetan digelar hari ini atau awal April lalu, sudah pasti kemenangan berada di kubu pasangan H Sumantri dan Samsi (SMS). Kemenangan pasangan petahana alias incumbent itu, bahkan mencapai 51,7 persen. Unggul jauh dari pasangan Nanik Karsini-Sugiho Pramono (NasPro) yang hanya mendapat 14,3 persen dan pasangan Djoko Prabowo-Hartoto (Djowo-Toto) yang hanya meraup 5,8 persen. Sisanya, 28,2 persen, mengaku belum menentukan pilihan.
Angka persentase tersebut, merupakan hasil survei Rekode Jakarta. Lembaga riset kebijakan dan otonomi daerah itu, merilis hasil tersebut setelah sebelumnya meriset sedikitnya 1500 responden warga Magetan di 18 kecamatan. ‘’Survei dilakukan sekitar sepekan terakhir bulan Maret, hingga 1 April 2013,’’ terang Rinita Sofia Hadi, ketua Tim Kampanye SMS.
Hasil lebih mencengangkan, sejumlah partai politik di Magetan, seolah beramai-ramai merapatkan barisan untuk mengawal kemenangan pasangan SMS. Bahkan, mesin politik Partai Demokrat, partai utama pendukung pasangan Djowo-Toto, dipastikan gembos. Setidaknya, hasil riset tersebut menunjukkan bahwa 64 persen kader Partai Demokrat, sudah memantabkan diri memilih SMS. Dan hanya 14 persen kader setia yang masih all out mendukung pasangan Djowo-Toto. Sisanya, sekitar 22 persen mengaku belum menentukan pilihan.
Kekalahan dukungan pasangan SMS hanya berada di Partai Gerindra. 40 persen kader partai yang didirikan Prabowo Subianto ini, sudah memantabkan diri nderek Mas Mantri alias memenangkan pasangan SMS. Sisanya, 60 persen, mengaku belum memiliki pilihan.
Dinamika pemilih justru ada di Partai Nasdem. Partai yang tahun 2014 mendatang baru terjun kompetisi pada pemilu legislatif tersebut, 45 persen pendukungnya memilih pasangan SMS. Pilihan kepada pasangan NasPro dan Djowo-Toto, seimbang dengan masing-masing 20 persen, dan sisanya, 15 persen kader Nasdem mengaku belum menentukan pilihan.
Masih menurut Kohong-sapaan karib Rinita Sofia Hadi-, persentase tersebut dilakukan dengan menghimpun data kepada 1500 responden dari 18 kecamatan di Magetan. ‘’Teknik pengumpulan datanya dengan multistage random sampling. Yakni meski kami pilih responden acak, seluruhnya dipilih minimal dua kali tahapan. Tingkat kesalahannya 4,5 persen dan 95 persen tingkat kepercayaan,’’ terang Kohong.
Joko Suyono, koordinator penggalangan tim kampanye SMS mengaku bahwa hasil survei yang menunjukkan lebih dari separo masyarakat Magetan masih setia dengan SMS menjadi indikator banyak hal. Seperti menunjukkan mesin partai yang bergerak serta relawan pendukung yang sangat solid. ‘’Sejak rekom turun Februari lalu, kami langsung bergerak ke bawah. Melakukan sosialisasi kepada seluruh kader. Kami lakukan pula dengan door to door,’’ tegas Joko.
Ditambahkan, hasil survei tersebut bakal menjadi modal PDI Perjuangan dan tim pemenangan SMS untuk lebih menguatkan gerakan pada massa kampanye. Menurutnya, salah satu pola penguatan tersebut dengan menyapa pemilih secara langsung. ‘’Kami targetkan kemenangan sekitar 60 persen untuk SMS!’’ tegasnya diamini Kohong.
Pihaknya juga berupaya mendatangkan juru kampanye populer dari PDI Perjuangan. Seperti Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), Rieke ‘Oneng’ Diah Pitaloka, Dedi ‘Miing’ Gumelar hingga Rano Karno. Termasuk Puti Guntur Soekarno, cucu proklamator sekaligus mantan presiden Soekarno.
Menanggapi hasil survei tersebut, H Sumantri berharap hasil survei tersebut tak lantas membuat tim pemenangan SMS lengah. Menurut dia, target kemenangan 60 persen yang dipatok PDI Perjuangan, merupakan hasil kerja keras. ‘’Mudah-mudahan dengan semangat dan doa dari seluruh tim dan masyarakat Magetan, kami benar-benar mampu mengemban amanah kembali. Meneruskan perjuangan dan menyempurnakan seluruh program yang selama ini kami rintis. Dan saya siap untuk itu, selalu optimis!’’ tukas H Sumantri.
Di sisi lain, tahapan pilkada Magetan sudah memasuki tahap kampanye. Hari pertama kampanye, Minggu (7/4) kemarin, seluruh kandidat didaulat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, untuk menyampaikan visi dan misi dalam forum resmi yang dikemas melalui rapat paripurna istimewa. Ketiga pasangan kandidat, baik H Sumantri-Samsi (SMS), Nanik Karsini-Sugiho Pramono (NasPro) dan Djoko Prabowo Hartoto (Djowo-Toto), seolah sama-sama beradu konsep: mengelola Magetan yang baik dan benar. [Tim MO]
read more →

Pidato H Sumantri saat Penyampaian Visi Misi: Prioritaskan Kesejahteraan Petani, Tarif PDAM Dijamin Turun Bulan Juni

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Alhamdulillah. Atas izin Allah SWT, kita semua bisa hadir untuk mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka penyampaian visi misi dan program pasangan calon kepala daerah Magetan periode 2013-2018 ini. Kami dari pasangan calon SMS, Sumantri Samsi, mendapat giliran pertama dalam penyampaian visi misi ini.
Perlu diketahui, bahwa visi misi dimaksud adalah acuan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, untuk lima tahun ke depan bagi pasangan calon terpilih.

Pimpinan dan segenap hadirin undangan rapat paripurna istimewa yang berbahagia.
Pasangan calon SMS, Sumantri-Samsi mengangkat satu visi besar yang berbunyi: Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil, Mandiri dan Bermartabat.
Sejahtera, artinya masyarakat berkecukupan kebutuhan dasar. Sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Serta didukung kemampuan daya beli yang layak. Kesejahteraan yang adil dapat dimaknai bahwa kesejahteraan harus dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kesejahteraan mandiri diartikan daerah dan masyarakat mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Sedangkan kesejahteraan yang bermartabat dapat diartikan kesejahteraan yang diraih dengan kerja keras secara profesional. Sebagai perwujudan dari kondisi masyarakat yang memiliki harga diri dan memiliki nilai moral yang terhormat.

Pimpinan dan segenap hadirin undangan rapat paripurna istimewa yang berbahagia.
Guna mewujudkan visi yang diterapakan, tentu harus didukung dengan berbagai misi yang relevan. Ada lima misi yang kami nilai sangat relevan untuk mendukung visi tadi.
Pertama. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Misi ini sangat penting karena seandainya kualitas iman dan taqwa pejabat dan masyarakat itu lemah, maka dapat dibayangkan akan sulit untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Antara yang hak dan yang batil. Sehingga sangat sulit untuk mengendalikan sikap, perilaku dan perbuatannya.
Kedua. Mewujudkan pemerintahan yang baik, dan peningkatan sumber daya manusia yang profesional. Dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah. Kita dapat membayangkan bagaimana seandainya kepemimpinan ini tidak baik. Misalnya pemerintahan desanya jelek, kecamatannya acak-acakan, kabupatennya amburadul, misalnya. Kita pasti sulit melaksanakan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Ketiga. Menggairahkan perekonomian daerah melalui program pengungkit dan optimalisasi pengembangan sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan. Keempat, mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dengan menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Serta kelima dengan mewujudkan suasana aman dan damai, melalui penegakan, kepastian dan perlindungan hukum.

Pimpinan, segenap hadirin rapat paripurna istimewa dewan dan undangan yang berbahagia.
Di dalam visi misi di atas, terkandung satu tujuan utama yang dapat dirumuskan dalam bahasa Jawa yang sangat sederhana dengan konsep 6W. Yakni Wareg. Dapat dimaknai, orang sejahtera apabila kebutuhan dasar tercukupi. Yaitu pangan, sandang dan papan. Serta memiliki pekerjaan yang layak. Kedua adalah Waras, berarti sehat. Mengandung makna manusia dikatakan sejahtera bila didukung kesehatan jasmani dan rohani yang baik. Kemudian Wasis. Dapat dimaknai, masyarakat lebih sejahtera bila memiliki tingkat pendidikan cukup dan layak.
Juga Wutuh. Artinya, adanya keseimbangan dan pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Didukung sarana dan prasarana yang memadai untuk mewujudkannya. Kemudian     Widodo. Masyarakat diharapkan mampu mewujudkan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Serta Waskito. Diartikan bahwa masyarakat Magetan sebagai manusia yang visioner, berpikiran maju dan terbuka. Serta memiliki pandangan jauh ke depan.
Selanjutnya, guna mewujudkan visi misi dengan konsep tujuan utama 6W tersebut, harus diambil satu kebijakan untuk menetapkan program prioritas pembangunan daerah. Bagi kami, yang relevan saat ini mengarah pada delapan bidang. Kami akronimkan dengan kata: DITATA INDAH plus INSANI. Singkatan dari pendidikan, pertanian, pariwisata, industri, perdagangan dan kesehatan. Plus infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. Dengan titik berat pada sektor pertanian. Di samping kebijakan untuk menetapkan program prioritas pembangunan di daerah.

Guna mempercepat pencapaian visi, yaitu terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang adil, mandiri dan bermartabat, kami pasangan SMS akan meminta PDAM segera menghitung kembali dan menurunkan tarif PDAM! (disambut tepuk tangan) dengan alasan yang kuat. Saya ulangi, saya minta PDAM agar segera menghitung kembali dan menurunkan tarif. Meski kita ketahui, tarif PDAM Magetan saat ini yang terendah se eks Karesidenan Madiun, dan PDAM terbaik ke empat se-Jawa Timur.
Kenaikan tarif, awalnya untuk biaya pengembangan jaringan PDAM. Termasuk pengembangan jaringan di waduk Gonggang. Ternyata tahun 2013, hasil perjuangan dan jerih payah kita selama ini berbuah. Pemkab Magetan melalui PDAM mendapat bantuan dari provinsi sebesar Rp 16 miliar. Luar biasa! (disambut tepuk tangan). Berarti kenaikan tarif tidak pantas dibebankan kepada masyarakat pelanggan. Saya minta agar tarif PDAM harus segera diturunkan, paling lambat berlaku mulai bulan pembayaran Juni tahun 2013 ini.

Bapak ibu yang kami hormati.
Sekilas, kami akan menyampaikan uraian singkat masing-masing bidang, dari program prioritas pembangunan daerah yang disingkat DITATA INDAH plus INSANI. Pertama adalah sektor Pendidikan. Beberapa program pemerintah di bidang pendidikan, antara lain rehabilitasi gedung sekolah. Ini perlu sekali segera dilakukan. Juga peningkatktan infrastruktur penunjnang, pembangunan perpustakaan, pembinaan kualitas guru dan kesejahteraan pendidik. Termasuk program wajib belajar 12 tahun serta pemberian beasiswa.
Kedua sektor Pertanian. Prioritas pembangunan daerah di Magetan diarahkan pada sektor pertanian. Dengan alasan, sebagian besar masyarakat Magetan, 63 persen menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Ini tidak bisa ditawar! Sektor pertanian juga memberikan kontribusi dukungan terbesar pada PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto), kurang lebih 33 persen. Pertanian Magetan juga mendukung swasembada pangan nasional. Khususnya beras, gula, daging, telor dan kedelai.
Selain itu, berbicara kesejahteran masyarakat Magetan, kita harus bicara kesejahteraan petani. Bicara kesejahteraan petani, artinya harus mampu meningkatkan pendapatan petani. Kalau tidak mampu meningkatkan petani, omong kosong, blong! kalau masyarakat sejahtera. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ada delapan kendala besar yang harus diselesaikan.
1.    Ketersediaan bibit unggul dan bersertifikat. Bagaimana kalau petani menanam bibit tidak unggul dan tidak bersertifikat? Hasilnya akan jauh dari harapan;
2.    Keseimbangan pupuk antara pupuk kimia dan organik. Sekarang pupuk di mana-mana ada. Tinggal mengatur keseimbangan penggunaan pupuk kimia dan pupuk organik;
3.    Ketersediaan air di musim kemarau. Magetan sangat kekurangan air di musim kemarau. Oleh karena itu, bagaimana membantu petani agar kemarau bisa menanam, tentunya bisa membantu pengadaan sumur-sumur pompa dalam. Alhamdulillah, saya sampaikan rasa hormat, satu upaya dari Pemkab Magetan yang selama lima tahun terakhir saya pimpin, mampu membangun waduk Gonggang. Sebuah waduk raksasa untuk ukuran Magetan. Yang mampu menampung air sebanyak 2,2 juta meter kubik. Atas perjuangan kita sekalian, tahun ini waduk Gonggang akan mendapat bantuan pengembangan jaringan dari APBD Provinsi Jawa Timur. Insya Allah, bilamana jaringan itu sudah terpasang, kawasan Magetan tengah dan selatan yang kering ini, akan disulap menjadi daerah yang subur makmur dan ijo royo-royo;
4.    Masalah berikutnya, pembangunan jaringan irigasi. Baik di tingkat desa maupun petani. Kita tahu, jaringan-jaringan yang rusak, jika dibiarkan begitu saja, petani tidak mungkin bisa meningkatkan produktivitas lahannya;
5.    Mekanisasi pertanian. Baik pasca maupun pra panen. Sekarang tidak ada lagi kerbau, sapi narik bajak. Masalah ini kalau tidak dicukupi, petani akan kesulitan menggarap lahan;
6.    Stabilisasi harga produksi saat panen raya. Kita semuanya paham kalau musim panen harga gabah jatuh tersungkur lantaran petani menjual gabahnya dalam kondisi kering sawah. Alangkah hebatnya kalau petani ini menjual gabahnya dalam kondisi kering giling. Sehingga bisa mencapai harga yang tinggi. Tapi bagaimana caranya? Ke depan, kalau kami terpilih kembali menjadi kepala daerah di Magetan, kami akan terus berupaya membantu petani dan merangka pemasaran hingga hasil produksinya. Supaya petani tidak menjual gabah dalam kondisi kering sawah. Sehingga mendapatkan harga yang tinggi;
7.    Kemudian yang ketujuh, lemahnya permodalan petani. Petani ini rata-rata lemah modalnya. Ada satu dua petani yang kaya. Artinya, perlu ada bantuan, baik dari pemerintah, swasta dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kalau sekarang petani sudah dapat pinjaman PUAP, ke depan kalau kami terpilih kembali, kami akan tetap mempermantab dan memperbesar pinjaman PUAP untuk kelompok-kelompok petani;
8.    Bapak ibu sekalian, ini yang terakhir. Masalah kedelapan adalah semakin menyempitnya kepemilikan lahan petani. Petani kita ini rata-rata memiliki sawah 0,3 hektare. Kalau sebuah KK mempunyai sawah 0,3 hektare dikerjakan, tidak mungkin bisa membiayai keluarga, anak sekolah, anak kuliah. Pasti tidak bisa. Lalu, bagaimana upayanya? Upaya yang dilakukan jika kami terpilih, pasangan SMS akan memantabkan program intensifikasi dan diversifikasi. Lahannya sempit tapi penggarapannya baik, bibitnya unggul, pupuknya cukup, airnya cukup, hamanya diberantas, akan menghasilkan produk yang berlipat ganda. Diversifikasinya, barangkali sementara ini petani yang hanya bisa menanam satu jenis tanaman, saya kira bisa dianekaragamkan. Sehingga bisa memberikan tambahan hasil bagi setiap KK, begitu!
Kemudian, sektor ketiga adalah Pariwisata. Prioritas yang perlu mendapatkan perhatian di bidang kepariwisataan, pertama pengembangan kawasan wisata. Kita semua sangat tahu. Yang kedua, peningkatan sarana dan prasarana penunjung kepariwisataan. Yang sampai sekarang masih belum bisa memadai. Dan ketiga program promosi wisata yang terus dimantabkan.
Sektor keempat adalah bidang Industri. Berbicara tentang industri, Magetan tidak seperti kota-kota besar. Industri yang ada adalah industri kecil dan industri rumah tangga. Berbagai kegiatan prioritas bidang industri di Magetan yang perlu mendapat perhatian secara khusus adalah pengembangan industri kecil menengah yang potensial atau agroindustri.
Selain itu, juga perlu adanya pengembangan usaha industri kerajinan potensial. Juga penguatan pangsa pasar, perlindungan usaha ekonomi lemah, penguasaan dan penempatan IPTEK, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia sebagai sarana diversifikasi usaha ekonomi.
Sektor kelima adalah bidang Perdagangan. Berbagai kegiatan prioritas bidang perdagangan yang sangat memerlukan perhatian sangat serius adalah pembangunan dan rehabilitasi pasar-pasar. Kita tahu pasar-pasar banyak yang rusak. Selain itu juga pembangunan sentra-sentra ekonomi dan perdagangan baru. Juga penerapan sistem manajemen tata niaga perdagangan terintregasi.
Yang keenam adalah bidang Kesehatan. Ini sektor penting. Artinya, dalam hidup dan kehidupan ini, tanpa sehat tiada artinya. Terasa sia-sia. Karena itu, semua orang pasti membutuhkan sehat. Yang berpedoman pada istilah mens sana in corpore sano. Artinya, pada tubuh yang sehat dan badan kuat, akan mendapat jiwa yang sehat.
Berbagai program prioritas bidang kesehatan juga sudah kami siapkan. Pertama meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Seperti rumah sakit dan puskesmas. Kedua peningkatan puskesmas hingga pelosok desa dan bidan desa. Ketiga, peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga medis. Terakhir, penerapan sistem pelayanan kesehatan berkualitas, secara adil, merata dan terjangkau.
Ketujuh, bapak ibu sekalian, adalah bidang Infrastruktur. Terwujudnya sarana infrastuktur yang memadai, menjadi dambaan masyarakat. Sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Program-program prioritas yang tidak boleh diabaikan antara lain: peningkatan kualitas jalan dan jembatan. Juga peningkatan fasilitas umum, tempat ibadah, sarana olahraga, terminal, taman kota dan lain-lain. Serta peningkatan prasarana pemerintahan daerah.
Bidang yang terakhir adalah Pengentasan Kemiskinan. Kegiatan pengentasan kemiskinan adalah kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terutama masyarakat miskin dan kurang mampu. Prioritasnya adalah bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Magetan masih memiliki dan dijatah bantuan untuk 6000 rumah tidak layak huni. Ini harus kita bantu! Pemberdayaan masyarakat miskin juga harus melalui pengembangan kemampuan dan keterampilan. Dengan harapan, supaya memiliki sumber pendapatan yang lebih mapan.

Pimpinan dan segenap undangan rapat paripurna istimewa DPRD yang berbahagia
Sekarang kami akan menginjak pada pola pendekatan pembangunan. Agar segala kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dapat berhasil guna dan bernilai guna, maka perlu kebijakan pendekatan pembangunan. Pertama adalah people centre oriented atau pemberdayaan masyarakat. Artinya menempatkan masyarakat sebagai objek dan subjek pembangunan.
Kedua empowering atau kemampuan. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya demi kelancaran pembangunan. Ketiga adalah partisipatif. Yakni melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Serta keempat adalah sustainable atau berkelanjutan. Dikemas dengan fokus dan arah pembangunan yang berkesinambungan dengan program-program sebelumnya.
Kami pasangan SMS, Sumantri-Samsi akan menerapkan kebijakan pendapatan pembangunan, dengan menggunakan pola pendekatan yang disebut SUKA DIHATI. Dengan penjelasan, sebagai berikut:

SU adalah kepanjangan dari SUbjektifitas masyarakat. Artinya rakyat tidak saja ditempatkan sebagai objek pembangunan. Tetapi juga ditempatkan sebagai subjek pembangunan. KA adalah KApasitas berkembang. Artinya, seluruh masyarakat mampu meningkatkan kapasitas kemampuannya di masa mendatang sesuai bidang dan kemampuannya masing-masing.
Kemudian adalah Daya saing meningkat. Yakni mampu meningkatkan daya saing, baik menyangkut SDM maupun kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.Setelah D, beranjak pada istilah I. Yakni Investasi mengalir. Masuknya investasi, baik dalam negeri maupun asing, sangat diperlukan. Sebagai penggerak roda perekonomian daerah. Sehingga laju perekonomian daerah dapat terus tumbuh.
Lalu H, Hasil berkualitas. Peningkatan kualitas produk yang dihasilkan, mutlak diperlukan untuk merespons tantangan dan persaingan usaha yang kian gencar di pasar perdagangan. A, Alam lingkungan lestari. Konsep pembangunan berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk keperluan pembangunan secara arif dan bijaksana, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Istilah T, yakni Tenaga terserap. Pembangunan daerah tidak hanya untuk menghasilkan produk saja, tetapi juga mampu menyiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Magetan, atau ada penyerapan tenaga kerja. Pembangunan tapi tidak mampu menyerap tenaga kerja, tentu tidak ada artinya bagi masyarakat Magetan. Terakhir adalah I, yakni Income bertambah. Pembangunan diharapkan mampu memberikan nilai tambah. Sehingga income pendapatan masyarakat juga bertambah. Yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai visi tadi.

Pimpinan dan segenap hadirin rapat paripurna istimewa yang saya hormati.
Demikian sekilas paparan visi misi dari pasangan calon SMS, Sumantri-Samsi. Mudah-mudahan dapat bermanfaat, maslahat bagi seluruh warga masyarakat Magetan. Kami, pasangan SMS mengajak. Saya kira kalau ajak-ajak itu boleh saja. Boleh bapak ibu nggih? (disambut tawa)
Saya mengajak kepada seluruh warga Magetan. Mari kita semakin dekat. Mari kita semakin akrab. Mari kita semakin menyatu. Membulatkan tekad, memantabkan niat, untuk mewujudkan kebersamaan, dengan SMS (disambut tepuk tangan). Dalam membangun magetan tercinta ini.

Agar ke depan, Magetan menjadi Magetan yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Agar Magetan ke depan menjadi Magetan yang aman. Tenteram, tertib, sejahtera, damai, guyub rukun di bawah ampunan dan ridho dari Allah SWT. Agar Magetan ke depan menjadi Magetan yang panjang punjung, pasir wukir, loh jinawi, genah ripah, toto tentrem kerto raharjo. Amin!

Begitu yang dapat kami sampaikan, kalau ada kurangnya, saya mohon maaf.
Kami akhiri, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh






















read more →

Putaran Kedua, SMS Sapa Pedagang dan Pengrajin

KAMPANYE putaran kedua Pilkada Magetan 2013 masih dimanfaatkan pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumantri- Samsi (SMS) blusukan ke berbagai tempat di wilayah Magetan. Mereka masuk pasar-pasar dan menyapa langsung masyarakat, baik pedagang maupun pembeli. Tidak hanya di pasar, pedagang kaki lima pun menyapa dan disapa pasangan SMS. Seperti saat di kawasan wisata Sarangan, hari ini, PKL setempat minta tidak digusur. "Kami jangan digusur ya Pak," pinta seorang pedagang.
Dengan penuh senyum, Sumantri yang menyalami satu demi satu pedagang menjawab,"Jika selama lima tahun ini tidak digusur, nanti juga pasti tidak. Hanya ditata supaya lebih baik," tuturnya.

Di tempat lain, calon wakil bupati (cawabup) pasangan nomor urut satu, Samsi juga menyambangi pedagang di Pasar Baru Parang. Di tempat yang sama, tim pemenangan SMS melakukan kegiatan pelayanan kesehatan gratis.

Sedikitnya tiga ratusan orang yang mengantre layanan kesehatan gratis, menyambut kedatangan cawabup yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan itu.

"Matur suwun Pak Samsi. Sudah diberikan dokter dan obat gratis. Kami ini wong cilik, merasa terbantu sekali dengan adanya pelayanan kesehatan gratis ini," ujar seorang nenek usai mendapat pemeriksaan medis.

Menurut Samsi, setiap warga masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Bagi keluarga kurang mampu, pasangan SMS menjamin pelayanan kesehatan gratis.

Rinita Sofia Hadi, ketua tim pemenangan pasangan SMS menambahkan, kampanye putaran kedua dilakukan pasangan petahana ini dengan blusukan ke pasar-pasar tradisional dan pengrajin. Pelaksanaannya, dilakukan dengan dua tim.

Tim pertama yang mengawal Cabup Sumantri, jelas Rinita, menyapa pengrajin bambu di daerah Ringin Agung Kecamatan Magetan, pedagang pasar tradisional di Ngariboyo, pedagang pasar di Panekan, pedagang kaki lima di Sarangan, dan pedagang pasar tradisional di Plaosan. Sementara, Cawabup Samsi menyapa masyarakat di pasar tradisional Parang, Poncol, dan Plaosan.

Sementara, ribuan simpatisan dan pendukung pasangan SMS memarakkan kampanye dengan mengendarai puluhan mobil dan ratusan sepeda motor konvoi keliling kota dengan tertib dan simpatik. Di sepanjang perjalanan, mereka meneriakkan yel-yel dan mengajak masyarakat memilih pasangan nomor urut satu Sumantri-Samsi pada Pilkada 24 April mendatang. (sa) 



read more →

Samsi: Sumantri Pemimpin yang Melayani Rakyat

CALON wakil bupati yang diusung PDI Perjuangan, Samsi, mengatakan, untuk memajukan Magetan dibutuhkan pemimpin yang mampu menjawab persoalan mendasar di kabupaten paling barat di Provinsi Jawa Timur ini. Samsi menyebut Sumantri sebagai sosok bupati yang mampu melayani rakyat dengan segala persoalan yang melingkupinya.
Menurut Samsi, persoalan mendasar tersebut adalah pelayanan pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Dari pengalaman bekerjasama dengan Sumantri selama empat setengah tahun yang lalu itu, Sumantri dinilai telah berhasil mengatasi persoalan-persoalan tersebut.

"Sumantri adalah pekerja keras dan mampu membawa Magetan meraih puluhan penghargaan baik nasional maupun regional Jawa Timur," ujar Samsi saat ditemui di posko pemenangan Relawan Sumantri-Samsi di Desa Kembangan, Kec Sukomoro Magetan, Kamis (4/4).

Sumantri, tambah Samsi adalah figur pemimpin yang melayani dengan segala kemampuannya untuk bekerja keras mewujudkannya. Konsepsi pembangunan Magetan yang diajukan Sumantri di awal periode kepemimpinannya yaitu menghindari pembangunan fisik yang berlebihan dan mengutamakan pemberdayaan ekonomi rakyat, adalah bukti pelayanan seorang pemimpin kepada rakyatnya.

Samsi menjelaskan kerjasamanya dengan Sumantri sejak 4,5 tahun yang lalu, seperti parameter keberhasilan kinerja Pemkab Magetan telah menunjukkan tren positif. Untuk sektor pertanian misalnya, pada tahun 2012 lalu, Magetan menerima penghargaan Adikarya Pangan Nusantara yang merupakan penghargaan untuk pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan produksi berasnya. Melalui produksi tersebut telah memberikan ketahanan dan kestabilan harga beras di tingkat lokal serta mampu menunjang kebutuhan pangan regional Jawa Timur.

Selain keberhasilan tersebut, lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan setempat ini, kebiasaan Sumantri yang berkeliling ke seluruh pelosok Magetan dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat, adalah ciri lain dari pemimpin yang selalu melayani rakyatnya.

"Kebiasaan Pak Bupati berkeliling dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung merupakan kunci keberhasilan pembangunan Magetan. Melalui penyerapan aspirasi secara langsung tersebut, kami menjawabnya melalui berbagai program pro rakyat dalam RAPBD setiap tahunnya," urai Samsi. 
 
 
read more →

SMS Blusukan ala Jokowi

UPAYA blusukan ke permukiman, dan berbaur langsung dengan warga, hampir tiap hari dilakukan pasangan cabup-cawabup Magetan, H Sumantri-Samsi (SMS). Kebiasaan ala Joko Widodo (Jokowi) saat menghadapi pemilihan gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, dinilai efektif dalam menarik simpati warga. Ketua tim pemenangan pasangan SMS, Rinita Sofia Hadi mengakui, pencitraan ala Jokowi efektif dalam mencari simpati masyarakat. Sebab warga bisa bertatap muka dan menyampaikan keluh kesah langsung kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Menurut Rinita, ada anjuran dari DPP PDI Perjuangan untuk mengenalkan pasangan secara langsung kepada masyarakat Magetan. Tidak hanya melalui gambar-gambar di baliho dan jaringan struktural," kataya, kemarin.

Tidak hanya menyapa warga secara langsung, pihaknya juga mengadopsi kostum kotak-kotak di berbagai kegiatan kepartaian dan konsolidasi. Pakaian yang menjadi trademark Jokowi-Ahok saat Pilkada DKI Jakarta, terang dia, sudah menjadi identitas pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Magetan itu.

"Daerah-daerah lain juga begitu. Kita juga mudah untuk mengenalkannya ke masyarakat," jelas politisi yang akrab disapa Kohong tersebut.

Hasil evaluasi tim, lanjut Kohong, metode ala Jokowi itu bisa mendongkrak elektabilitas pasangan calon. Hanya, dia belum membeber sejauh mana tingkat keterpilihan hingga tiga pekan menjelang pilkada.

Yang jelas, sambung Kohong, grafiknya makin meningkat signifikan. Khususnya di kalangan perempuan dan pemilih pemula. (sa) 


 
read more →

Survey Pilkada Magetan, SMS Teratas

Magetan - Pemilihan Umum Kepala Daerah Magetan (Pilkada Magetan) akan berlangsung 19 hari lagi. Masing-masing pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Magetan ini sudah mulai melakukan sosialisasi ke pemilih meskipun kampanye baru akan dimulai minggu depan.

Hasil dari survey PDI Perjuangan bekerjasama dengan Pusat Riset Rekode menunjukan bahwa pasangan Sumantri dan Samsi (SMS) berada di posisi teratas. Survey dilakukan pada 1500 responden dengan sampling eror 4,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

"Jika melihat hasil survei yang dilakukan tanggal 29 Maret sampai 1 April 2013, dapat diketahui pasangan Sumantri dan Samsi unggul dengan perolehan 51,7%," jelas Ketua Tim Kampanye SMS, Rinita Sofia Hadi, seperti dalam rilis yang dikirim ke beritajatim.com, Sabtu (6/4/2013).

Sementara itu pasangan Nanik Karsini dan Sugiho Pramono menjadi pesaing dengan 14.3% dan menempati posisi kedua. Diikuti oleh Djoko Prabowo dan Hartoto yang hanya memperoleh 5,8%. Sedangkan pemilih yang belum menentukan pilihan masih sebesar 28,2%.

Rinita yang didampingi Koordinator Penggalangan Tim Kampanye SMS Joko Suyono dan Supervisi DPP PDI Perjuangan untuk Pilkada Magetan, Diana AV menyampaikan bahwa hasil survey ini, menunjukkan mesin partai dan relawan pendukung cukup solid dan benar-benar bergerak.

“Sejak rekom turun bulan Februari lalu kami sudah langsung bergerak turun ke bawah melakukan sosialisasi ke jajaran kader hingga ke Anak Ranting. Bersama para relawan kami juga terus melakukan penggalangan dengan cara door to door menyapa pemilih, hasilnya cukup memuaskan, kami menarget kemengan 60% untuk SMS,” terang Rinita.

Rinita menambahkan hasil survey ini akan menjadi modal untuk lebih menguatkan gerakan pada massa kampanye. “Kami akan melakukan penguatan dengan menyapa pemilih langsung.  Ini terbukti efektif dan mengena di masyarakat pemilih,” pungkas Rinita.

Untuk merangkul pemilih dalam mengenalkan pasangan SMS, Rinita menjanjikan akan mendatangkan jurkam populer kader PDI Perjuangan seperti Jokowi, Rieke Diah Pitaloka, Dedi Gumelar (Miing), Puti Guntur Sukarno, dan Rano Karno.


Sumber: Beritajatim.com
read more →

Terdepan Turun ke Bawah saat Wong Cilik Terkena Musibah

Jika bupati H Sumantri memiliki sejarah mengubah kondisi pertanian di Magetan, wakil bupati Samsi beda lagi. Lima tahun terakhir, selain dikenal seringkali marung untuk menyosialisasikan program pemerintahan, Samsi dikenal memiliki satu kepedulian yang tak banyak disorot media. Yakni paling cepat merangkul sejumlah elemen untuk turun ke bawah, ketika ada masyarakat dilanda bencana.

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Magetan Joko Suyono memiliki pandangan terhadap sosok kepemimpinan wakil bupati Samsi. Pentolan legislatif yang seringkali bersinergi dengan pemerintahan eksekutif ini, menilai bahwa aktivitas Samsi memang tak banyak di sorot media. ‘’Tetapi Pak Samsi justru banyak aktivitas yang dilakukan, utamanya bersinggungan dengan wong cilik,’’ terang Joko Suyono.
Salah satu contohnya, pada April 2012 lalu, Samsi tegas memperjuangkan sekitar 3000 rumah warga tidak layak huni, untuk menjadi rumah layak huni. Bahkan, kala itu, Samsi intens mengomunikasikan dengan anggota fraksi PDI Perjuangan di DPR-RI. ‘’Begitulah, Pak Samsi selalu terdepan mengajak seluruh elemen, baik di pemerintahan maupun partai, untuk turun ke bawah, membantu warga tidak mampu,’’ ucap pria yang juga politisi PDI Perjuangan ini.
Menurut Joko, diketahuinya 3000 rumah warga tidak layak huni di Magetan itu, merupakan hasil kegiatan silaturahmi rutin yang dilakukan DPC PDI Perjuangan. Silaturahmi di 18 kecamatan setiap minggu itu, juga gagasan Samsi untuk seluruh kader banteng moncong putih Magetan. ‘’Dari acara menyapa kader bawah itu, akhirnya diperoleh data terkait situasi dan kondisi masyarakat di bawah,’’ terangnya.
Senada dengan Joko Suyono, Ketua Komisi D DPRD Magetan Rinita Sofia Hadi juga memiliki kesan saat mendampingi wakil bupati Samsi saat ‘bergerak’ di bawah. Menurut Kohong-sapaan karib Rinita Sofia Hadi-dalam kegiatan silaturahmi mingguan yang digagas Samsi tersebut, wakil bupati asal Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro itu tak pernah lupa ‘ninggali’ bantuan bagi warga yang disambangi. ‘’Sudah banyak bantuan diberikan. Seperti pembangunan musala, hingga bantuan uang kepada pedagang kaki lima di Terminal Maospati,’’ terang Kohong.
Di tingkatan bawah, gebrakan Samsi untuk wong cilik juga membekas positif. Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Kembangan Komari mengaku mendapat instruksi langsung dari Samsi saat Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro dihempas bencana angin ribut, pertengahan Januari 2013 lalu. ‘’Kami langsung diminta mengajak seluruh kader partai untuk bergotong royong memperbaiki rumah rusak. Seluruhnya dilakukan secara ikhlas,’’ tegas Komari.
Selain itu, loyalitas Samsi untuk PDI Perjuangan juga teraplikasi positif di pemerintahan Magetan, lima tahun terakhir. Seperti saat pemerintah pusat mewacanakan kenaikan harga BBM, kala itu DPP PDI Perjuangan menginstruksikan adanya penolakan kenaikan harga BBM. Samsi juga mendesak pemerintahan Magetan untuk berani menyatakan penolakan. Terbukti, unsur eksekutif dan legislatif di Magetan, kompak menolak kenaikan harga BBM.
Sementara itu, apa yang sudah dilakukan itu, menurut Samsi merupakan bagian dari sifatnya yang selalu memosisikan diri sebagai wakil masyarakat bawah. ‘’Sesuai arahan perjuangan partai yang pro rakyat, kami berupaya selalu dekat dengna masyarakat. Untuk itu, saya selalu mengajak utamanya kader PDI Perjuangan Magetan, untuk bersama turun ke bawah, merasakan apa yang dibutuhkan wong cilik,’’ terang Samsi. [Tim MO/Nng/Rud]
read more →

Posko SMS Sampai Tingkat Desa

MINGGU pagi nan cerah, Bupati Magetan Sumantri mengenakan stelan celana olahraga biru tua dengan kaos lengan panjang merah dan topi putih. Bersama 1.000-an masyarakat Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, dia berjalan kaki mengelilingi Desa Gorang Gareng. Start dari depan terminal Gorang Gareng menuju titik finish depan pasar Gorang Gareng. Setelah menempuh perjalanan hampir 5 kilometer, sembari menyeka keringat, di tengah perjalanan Sumantri sempatkan mampir di sebuah gardu berhias patung banteng di Desa Nggenengan.
Gardu di depan gerbang masuk sebuah gang itu adalah simbol posko pemenangan pasangan Sumantri - Samsi (SMS), cabup-cawabup yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Magetan 2013. Tak pelak Sumantri pun didaulat warga yang antusias menyambutnya, untuk sekaligus meresmikan posko.

Dengan sumringah dan mengucap basmallah, Sumantri pun menggunting pita tanda diresmikannya posko pemenangan SMS itu.

Rinita Sofia Hadi, ketua tim pemenangan pasangan SMS yang turut mendampingi menjelaskan, bahwa posko pemenangan SMS memang sudah disiapkan sampai di tingkat desa. "Setelah menyiapkan posko di tingkat kecamatan, kami terus mengembangkan posko sampai di tingkat desa. Posko ini selain sebagai ruang koordinasi mesin partai juga untuk ruang komunikasi dengan tim relawan," kata Kohong, sapaan akrab Rinita.

Dengan mengguritanya posko-posko pemenangan, Kohong bisa memastikan kesiapan mesin partai sampai di tingkat Anak Ranting. "Koordinator posko sudah dibagikan DPS. Mereka bisa mulai mengecek apakah ada nama yang belum terdaftar atau tidak sesuai data kependudukan, sehingga kita mendapat kepastian seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan dapat memberikan hak suara dalam pilkada 24 April nanti," ujarnya.

Acara jalan sehat ini sendiri digelar Ikatan Pengusaha Gorang Gareng untuk menyambut Imlek 2013. Selain Bupati Sumantri, turut serta pula pada Muspida Kabupaten Magetan. (sa) 


read more →

MENGAKAR DAN MENGGURITA

MAGETAN OPTIMIS – Usai PDI Perjuangan, partai pengusung pasangan H Sumantri dan Samsi (SMS) menggelar sosialisasi rekom di 18 kecamatan, giliran tim pemenangan SMS pun mulai rapatkan barisan. Baik tim dari internal PDI Perjuangan maupun dari eksternal. Bahkan, tim eksternal dari berbagai wilayah di Magetan, juga sudah menggurita. Seluruhnya memiliki tekad sama: memenangkan pasangan SMS Jilid 2.
Di Kecamatan Panekan, misalnya. Di tempat ini ada Tim Relawan SMS Jilid 2. Sarju, 52, ketua Tim Relawan dari Desa Rejomulyo, Kecamatan Panekan menegaskan bahwa pihaknya optimistis bakal memenangkan pasangan SMS di Rejomulyo dan Panekan. Keoptimistisannya itu lantaran sosok Sumantri yang dikenal berjiwa bersih, serta mampu membangun keeratan dan kekeluargaan. ‘’Mas Mantri itu sosok seorang yang bersih. Baik dalam jabatan maupun keluarganya. Beliau tetap bersikap bijak dan santun, meski banyak yang berseberangan,’’ terang Sarju.
Dia mengaku, di Panekan masih banyak masyarakat belum mengenal lebih dalam tentang sosok H Sumantri dan Samsi. ‘’Dan saat ini kami terus berupaya mengenalkan sosok pasangan SMS ini. Apalagi, menilai seseorang juga tidak cukup hanya dari luar,’’ terangnya.
Lain di Panekan, lain pula di Maospati. Wilayah timur Magetan ini ada salah satu relawan yang mengatasnamakan Laskar Kordes Maospati. Tim ini mengklaim membawahi kordes se-Maospati. Termasuk hingga tim-tim pemenangan tingkat RT. Seluruhnya merupakan kader militan yang bahkan menegaskan perjuangannya tanpa bayaran.
Laskar yang dipandegani Ir Ladiyanto ini, berkomitmen besar untuk mengawal kemenangan pasangan SMS. Pasalnya, pasangan ini dinilai memiliki pengalaman, berwawasan serta terbukti bersih tanpa korupsi.
Ada pula relawan yang mengatasnamakan Gerakan Relawan Sumantri-Samsi (GRESS) yang berbasis di Kecamatan Sidorejo. Beny Ardi, koordinator Gress mengaku menggalang kekuatan dari sejumlah pemilih pemula. Menurut dia, pengalaman yang sudah dibuktikan pasangan SMS lima tahun terakhir, menjadi upaya pihaknya untuk membantu mendongkrak suara pada Pilkada 24 April mendatang. ‘’Kami galang pula rekan-rekan dari beberapa LSM dan tokoh di Magetan untuk sama-sama berjuang. Dengan satu tekad: melanjutkan pembangunan dengan perubahan besar,’’ tegas pria yang juga Direktur Pelaksana LSM Magetan Centre ini.
Tak hanya menyebar di daerah dan wilayah kecamatan, di kawasan kota, sejumlah intelektual-intelektual pun mulai merapatkan barisan. Seperti mendirikan posko guyub rukun, hingga kajian-kajian akademis. Ada pula relawan yang menyebut dirinya: Kibarkan Bendera HATI. Bahkan, sejumlah pemuda kreatif asal Magetan, sengaja merangkul sejumlah elemen untuk membuat ide kreatif demi pemenangan pasangan SMS, dalam sebuah wadah yang dinamakan MMC.
Sementara itu, DPC PDI Perjuangan juga sudah menyinergikan seluruh pengurus dan anggota dewannya, untuk mengawal kemenangan pasangan SMS di lima dapil di Magetan. Sejumlah posko-posko pemenangan pun sudah didirikan di 18 kecamatan. ‘’Posko ini menjadi ruang komunikasi antara tim struktur internal PDI Perjuangan dengan tim relawan dari eksternal partai. Setelah itu, kami bakal siapkan manuver,’’ terang Ketua Tim Pemenangan PDI Perjuangan Rinita Sofia Hadi.
Menurut Kohong-sapaan karib Rinita Sofia Hadi-untuk menghindari tumpang tindih antara tim internal dan eksternal, pihaknya bakal melakukan penelitian ulang daftar nama tim pemenangan. ‘’Jangan sampai seseorang yang sudah menjadi bagian tim internal, menjadi anggota tim eksternal juga. Kami berusaha agar satu ditambah satu jadi dua. Kalau ada nama ganda kan tidak efektif. Yang jelas, kami akan berupaya mengakar dan mengguritakan kekuatan,’’ tambah Kohong.
Di sisi lain, sejumlah manuver pun disiapkan PDI Perjuangan. Salah satunya penelitian daftar pemilih sementara (DPS) yang dibagikan KPUD Magetan. ‘’Pengurus di tingkat ranting dan anak ranting, akan dibagikan kopian DPS. Sehingga tidak sampai kecolongan pemilih yang belum terdaftar, serta memantau jumlah pemilih,’’ tukas pria yang juga Wakil Ketua Bidang Infokom DPC PDI Perjuangan Magetan ini. [Tim MO/Nng/Sa/Mon/Rud]


Dapil 1
Poncol, Plaosan, Sidorejo, Panekan
Anggota Dewan: Suyatno, Suyono Wiling

Dapil 2
Magetan Kota, Ngariboyo, Parang
Anggota Dewan: Parlan, Hari Siswanto

Dapil 3
Lembeyan, Nguntoronadi, Takeran
Anggota Dewan: Rinita Sofia Hadi, Karmini, M Thohir

Dapil 4
Kawedanan, Bendo, Maospati, Sukomoro
Anggota Dewan: Nanang Saptoaji, Lasiyem

Dapil 5
Barat, Kartoharjo, Karangrejo, Karas
Anggota Dewan: Joko Suyono, Suryadi
read more →