Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Ayo Mengurai Akar Masalah secara Kritis dan Rasional

Banyaknya guru yang belum memahami persolan Tunjangan Profesi Guru (TPG), bertanya kepada kami melalui Telepon, SMS, Facebook, Twitter, dll. Sedikit penjelasan semoga menjadi pencerahan atau malah tambah gelap.

Yang terhormat teman guru yang beruntung dapat TPG. Bahwa kekurangan dua, tiga atau lima bulan, itu kasus nasional. Jadi semua kabupaten/kota se-Indonesia, dana TPG-nya memang kurang. Jadi tidak hanya Magetan atau Jawa Timur.
Menurut UU APBN Nomor 22 Tahun 2011 dan Permenkeu Nomor 34/PMK.07/2012 tertanggal 18 Maret 2012, total anggaran TPG nasional sebesar Rp 30.559.800.000.000. Dibagi kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Kabupaten Magetan mendapat alokasi sebesar Rp 142.543.617.000. Dana itu oleh Menkeu diturunkan tiap tiga bulanan (seperempatnya) setahun empat kali.
Ternyata, dana TPG ini hanya mampu untuk membayar TPG Sembilan bulan untuk tingkat SMA/SMK dan sepuluh bulan untuk jenjang TK/SD/SMP. Walau dalam Permenkeu itu sudah dinyatakan cukup (silakan cermati Permenkeunya), namun faktanya dana TPG tetap kurang.
Apakah di kas daerah ada sisa dana TPG tahun 2012? Jawabnya: ada! Sisa itu tidak cukup untuk membayar satu bulan untuk jenjang SMA/SMK. Jadi tidak benar jika masih ada sisa dana TPG tahun 2012 sebesar Rp 34,5 miliar di kas daerah. Andaikan benar ada sisa di Kasda sebesar itu, pasti Pemkab Magetan sudah saya LABRAK lebih dulu. Apalagi rumor di kalangan guru digunakan untuk biaya Pilkada. Wah, itu malah fitnah yang tidak benar. Saya harap teman-teman kritis tapi rasional. Bicara menggunakan dasar fakta dan data yang benar. Tidak jeplakisme (meminjam istilahnya Pak Nuh, menteri Pendidikan dan Kebudayaan).
Pertanyaan lagi, kapan yang dua bulan atau tiga bulan bisa dibayarkan? Apakah dirapel lima bulan atau enam bulan? UU APBN Nomor 19 Tahun 2012 dan Permenkeu Nomor 41/PMK.07/2013 tertanggal 27 Februari 2013, dana TPG total nasional sebesar Rp 43.057.800.000.000. Kabupaten Magetan mendapat alokasi sebesar Rp 207.263.949.284. Tanggal 2 April 2013 lalu, seperempatnya (triwulan pertama) sudah ditrasfer ke Kasda sekitar lebih dari Rp 51 miliar.
Dana TPG ini baru bisa dicairkan pada teman-teman jika SK masing-masing Dirjen (Diren TK/PAUD, Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) untuk SD/SMP, Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) untuk SMA/SMK) sdh turun. Dan sampai detik saya menulis ini, yakni Jumat 5 April 2013 pukul 06.00, saya pastikan belum turun. Yang jelas, pencairan dana TPG ada mekanisme yang harus dipenuhi. Jika belum terpenuhi persyaratanya, Pemkab mustahil bisa mencairkan!
Dibayar tiga bulan atau lima bulan atau enam bulan? Menurut prediksi saya, uang sekitar Rp 51 miliar itu hanya mampu untuk membayar TPG tiga bulan (triwulan pertama 2013). Kira-kira masih sisa. Triwulan kedua (April, Mei dan Juni) turun Juni 2013. Kalau Pemkab Magetan sudah laporkan SPj ke Menkeu. Syarat-syarat terpenuhi kemudian dibayarkan ke panjenengan-panjenengan para pendidik anak bangsa di Magetan.
Sisa triwulan pertama hingga keempat jika digabung baru cukup untuk membayar kekurangan dua bulan jenjang TK/SD/SMP dan tiga bulan untuk tingkatan SMA/SMK. Itupun masih menunggu SK Pencairan dari Dirjen lagi. Jadi, kekurangan itu bisa dibayar kira-kira Desember 2013. Begitulah mekanismenya. Kecuali ada perubahan kebijakan.
Perlu dipahami oleh kita semua sebagai pendidik, bahwa urusan sertifikasi sekecil apapun, penyelesaiannya dilakukan oleh pemerintah pusat (Kemendikbud). Pemkab Magetan atau Dinas Pendidikan di daerah, hanya pelaksana kebijakan yang tidak bisa membuat kebijakan sendiri. Ini sedikit informasi. Mudah-mudahan bermanfaat. Salam untuk teman-teman. (*/Bang Thoyieb)
read more →

Sumantri Beri Motivasi Ribuan Pelajar

MAGETAN OPTIMIS – Sikap religius sekaligus kepedulian terhadap pendidikan, ditunjukkan Bupati Magetan H Sumantri. Itu dilakukan dengan tetap menjaga ‘tradisi’ menggelar doa bersama. Jumat (5/4) lalu, tradisi tersebut dilakukan dan diikuti ribuan pelajar dari seluruh pelosok Magetan. Penuh sesak, para pelajar SLTA se-Magetan itu, tampak antusias memenuhi Masjid Agung Baitussalam Magetan, pukul 07.00 WIB.
H Sumantri berada di urutan terdepan. Dalam pesannya, bupati pertama pilihan masyarakat Magetan ini berupaya membangkitkan motivasi ribuan kaum intelektual Magetan tersebut. Menurutnya, menghadapi ujian nasional (UN), selain belajar, juga harus mendekatkan diri kepada Tuhan. ‘’Saya berharap doa bersama ini mampu menguatkan mental para pelajar di Magetan,’’ terang H Sumantri.
Doa bersama tersebut, diawali dengan salat dhuha dan dilanjutkan dengan salat hajat. KH Ubaidillah Ahror, pimpinan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, memimpin langsung jalannya salat dan doa bersama tersebut. ‘’Kami berharap ridho Allah SWT bisa bersama anak-anak Magetan semuanya, yang akan menghadapi ujian nasional,’’ ucap Sumantri dalam sambutannya. ‘’Mudah-mudahan, seluruh pelajar di Magetan tidak ada hambatan dalam ujian nanti, dan bisa lulus seratus persen,’’ harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Magetan Bambang Trianto menegaskan bahwa motivasi dari bupati Sumantri tersebut memang sangat dibutuhkan pelajar Magetan. Pasalnya, dorongan positif tersebut mampu mendongkrak rasa kepercayaan diri pelajar, sehingga diharapkan sukses dalam menyelesaikan UN. ‘’Kami juga optimistis, tahun ini tingkat kelulusan di Magetan, seratus persen,’’ harap Bambang.
Yulia, salah seorang siswi SLTA di Magetan mengaku terharu setelah mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, motivasi yang diberikan bupati Sumantri, sangat memacu dirinya bersama kawan-kawannya yang lain, untuk bisa sukses menyelesaikan UN. ‘’Doa dan motivasi dari pak Sumantri benar-benar menyentuh hati dan membuat saya terharu,’’ ucap Yulia sembari tersipu. [Mon]
read more →

Kuatkan Karakter, Bekali Pelajaran Tambahan, Gratis!

MAGETAN OPTIMIS – Ada yang berbeda di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temboro Magetan. Madrasah yang cikal bakalnya berasal dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro ini, tak hanya membekali pelajarnya dengan ilmu pelajaran ‘duniawi’. Tetapi juga memantabkan ilmu rohani agama Islam. ‘’Kami siapkan kegiatan khusus, berupa pendidikan terpadu. Itu diikuti oleh pelajar mulai kelas X hingga XII,’’ terang Kepala MAN Temboro Noor Syamsi.
Pendidikan Terpadu tersebut, lanjut dia, merupakan program tambahan di madrasah yang berada di Desa Purwosari, Kecamatan Magetan itu. Program ini, menurut Noor Syamsi, diberlakukan khususnya bagi pelajar MAN Temboro yang mondok di madrasah. Namun, juga tak menutup kemungkinan bagi pelajar yang pulang ke rumah. ‘’Program ini dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Pelajar yang mengikuti pendidikan terpadu, tidak dipungut biaya,’’ tegasnya.
Dalam pendidikan terpadu tersebut, pelajar diberikan pelajaran tambahan yang menitikberatkan pada pelajaran agama Islam. Meski, pada pelajaran umum, juga sudah diberikan. Namun, ada penekanannya lagi, seperti pelajaran bahasa Inggris, bahasa Arab dan Kimia. Fokus pembekalannya adalah pada baca tulis Al Quran, kitab kuning, tauhid, nahwu shorof, hadist, akhlak, fiqh, hafidz atau hapalan Al Quran hingga qiroah.
Menurut Kusrin, ketua Pondok Pesantren MAN Temboro, hampir semua pelajar yang ikut kegiatan pendidikan terpadu ini, memiliki karakter Islami yang kuat. ‘’Bahkan memiliki prestasi yang menonjol. Namun tetap memiliki akhlak mulia, utamanya menghormati para guru,’’ tegas Kusrin kepada Magetan Optimis.
Beberapa prestasi tersebut, seperti juara penulisan cerita fiksi Islami tingkat nasional. Hingga banyaknya pelajar MAN Temboro yang mendapat beasiswa masuk perguruan tinggi. ‘’MAN Temboro juga memiliki tim hadroh berkualitas,’’ imbuhnya.
Sumber dana untuk kegiatan pendidikan terpadu tersebut, utamanya untuk menghidupkan pondok pesantren, berasal dari infaq guru-guru yang mengajar di MAN Temboro. Namun, tak jarang pula ada sumbangan dari Kementerian Agama (Kemenag), instansi pemerintah dan swasta. ‘’Ada juga infaq atas nama pribadi. Tetapi tidak pasti waktunya,’’ pungkas Kusrin. [Bep]
read more →

Pendidikan Jadi Prioritas

BUPATI Magetan H Sumantri dan Wakil Bupati Magetan Samsi, seolah tak pernah rela, jika sektor pendidikan di Magetan, tak bisa maju. Karena dari pendidikan itu, seluruh proses masa depan masyarakat terbangun. Untuk itu, lima tahun terakhir, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan. Beberapa aksi pun dilakukan untuk menunjang program pendidikan di Magetan supaya berjalan maksimal. Mulai dari memantau langsung kondisi bangunan pendidikan, mengawasi jalannya proses pembelajaran, hingga melihat secara langsung peningkatan kualitas tenaga pendidik. Bahkan, rutin setiap jelang ujian nasional, sejumlah sekolah dirangkul untuk diajak bertafakur dan berdoa bersama untuk menyukseskan ujian nasional. Terbukti, angka ketidaklulusan di Magetan dibanding daerah lain di wilayah eks-Karesidenan Madiun cukup rendah. Kalangan guru-guru juga diapresiasi untuk pendirian gedung PGRI. Wujud nyata komitmen menjadikan sektor pendidikan menjadi prioritas. [Adv]

FOTO-FOTO: Bagian Humas dan Protokol Setda Magetan























read more →

SMKN 1 Bendo Berorientasi Mencetak Tenaga Terampil dan Siap Kerja

MAGETAN OPTIMIS – Meski berada di pelosok kecamatan, SMKN 1 Bendo seolah membuktikan diri sebagai sekolah yang ‘banyak bisanya’. Terbukti, berbagai terobosan berhasil digulirkan, sebagai upaya mencetak tenaga terampil dan siap kerja. Belum lupa publik Magetan dibuat bangga setelah sekolah yang dikomandani Drs S Eko Soeprajitno ini, berhasil merakit mobil toko (moko). Apalagi, kala itu di saat tengah bangkit-bangkitnya industri mobil nasional.
Tak berhenti di perakitan moko, upaya tersebut juga membuat PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun kepincut untuk memercayakan anak-anak didik SMKN 1 Bendo merakit moko tersebut. ‘’Kami bekerjasama dengan PT INKA untuk pembuatan moko GEA. Selain mesin atau engine, seluruh komponen dibuat anak-anak. Ini sekaligus penerapan ilmu jurusan teknik kendaraan ringan dan pengelasan,’’ ujar Ketua II Unit Produksi SMKN 1 Bendo Sugeng Supri Utomo.
Selain perakitan moko, prestasi tokcer lainnya adalah pendirian stasiun televisi lokal sebagai penunjang pendidikan, dan berbasis peduli lingkungan serta hiburan. Namanya adalah BEST TV. Dan pada awal Februari lalu, Bupati Magetan H Sumantri meresmikan penayangan perdana stasiun televisi milik sekolah tersebut. H Sumantri mengaku memberikan apresiasi penuh terhadap keberhasilan siswa-siswi SMKN 1 Bendo tersebut.
Ketua Jurusan Audio Video SMKN 1 Bendo Sunarto mengaku bahwa berdirinya stasiun televisi tersebut merupakan kolaborasi hampir semua jurusan dan bidang ilmu yang ada di SMKN 1 Bendo. Seperti pembuatan tower yang dilakukan siswa jurusan whelding atau pengelasan. ‘’Untuk operasionalnya dilakukan siswa jurusan audio video, multimedia dan kelistrikan. Rencananya, jurusan otomotif juga akan membuat mobil yang akan digunakan untuk siaran langsung,’’ terang Sunarto.
BEST TV, saat ini masih dalam tahap uji coba siaran. Yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Jangkauannya memang baru radius 5 kilometer. Program acara diisi dengan seputar pendidikan sebagai penunjang siswa serta penerapan teknologi tepat guna untuk lingkungan dan hiburan masyarakat umum.
Penerapan teknologi dan penelitian, masih menurut Sunarto, juga terus dilakukan guru dan siswa SMKN 1 Bendo. Misalnya pembuatan alat untuk energi tenaga surya, atau pengembangan energi alternatif dari jus belimbing dan uap air. ‘’Penelitian dan pengembangan ilmu yang dipelajari, terus kami lakukan di sini. Namun terkadang terkendala dukungan anggaran yang sangat terbatas,’’ tukas Sunarto. [Bep]
read more →

Jadi Andalan, Aeromodeling Smanti Cukup Disegani

MAGETAN OPTIMIS – Masuknya mata pelajaran kedirgantaraan pada 2007 silam, mengubah SMAN 1 Maospati (Smanti). Selain mampu membuka ekstrakurikuler aeromodeling, rupanya sekolah ini berhasil menelorkan bibit-bibit atlet aeromodeling potensial dan tokcer. Terbukti, sejumlah prestasi di bidang tersebut, berhasil dikoleksi Smanti.
Prestasi yang paling gres, didapat pada akhir 2012 lalu. Smanti berhasil merebut juara pertama kelas out door hands louncing glider (OHLG) beregu putri di kejuaraan aeromodeling tingkat Jawa Timur. ‘’Pelajaran kedirgantaraan kami masukkan dalam mata pelajaran muatan lokal. Diberikan pada seluruh pelajar kelas X. Kami tunjang dengan dibukanya ekstrakurikuler aeromodeling yang menginduk pada ekstrakurikuler pramuka,’’ kata Kepala Smanti Siti Rupi’ah, saat ditemui Magetan Optimis.
Untuk memuluskan potensi aeromodeling itu, Smanti sengaja menunjuk salah satu anggota TNI AU dari Lanud Iswahjudi, sebagai guru sekaligus pembimbing dan pembina aeromodeling. Dia adalah Peltu Windu Adi. Seorang staf di bidang pembekalan, materiil, sistem dan senjata (Kalmatsista) Lanud Iswahjudi.
‘’Senang sekali bisa membina siswa-siswi Smanti. Karena antusias mereka luar biasa terhadap pelajaran kedirgantaraan. Hampir separo pelajar kelas X ikut ekstrakurikuler aeromodeling,’’ kata Windu.
Hasil besutan Windu, setidaknya mampu mengantarkan pelajar Smanti berhasil menjadi atlet aeromodeling cukup disegani, utamanya level Jawa Timur. Bahkan, untuk Porprov 3 pada Juni 2013 mendatang di Madiun, sudah ada dua pelajar Smanti yang bakal mewakili Magetan. Keduanya dibina intensif, lantaran disiapkan untuk mengikuti semua kelas di kejuaraan aeromodeling.
Di sisi lain, pelajaran kedirgantaraan di Smanti, diberikan selama dua jam setiap minggunya bagi pelajar kelas X. Suciari Dewi, salah satu pelajar kelas X mengaku menggemari pelajaran satu ini. ‘’Pelajaran ini bisa menunjang dan menerapkan langsung pelajaran lainnya. Seperti bahasa Inggris, matematika dan fisika. Termasuk sarana menyalurkan hobi,’’ ujar Suciari. [Bep]
read more →